Sunday, September 29, 2013

Manfaat dan Lika-liku Kuliah Online

Saya merasa kuliah online ini adalah sebuah kemajuan teknologi yang baik. Disamping menghemat waktu, juga lebih membantu. Tapi juga memiliki berbagai kendala. Saya ingin bercerita pengalaman saya ketika kuliah online pertama mata kuliah psikologi belajar.

Pada hari itu saya sudah online melalui 2 gadget. Tapi saya tetap tidak bisa masuk ke dalam room chat. Akhirnya saya menyerah. Keesokan harinya ada tugas dari kuliah online kemarin. Yaitu, diskusi online dengan teman sekelompok. Ketika diskusi tersebut saya juga tidak bisa-bisa masuk ke room chat. Akhirnya, saya merasa mungkin ada masalah dengan gadget atau jaringan internet saya. Lalu saya pergi ke warnet, setiba di warnet juga seperti itu. Saya sangat penasaran, kenapa tidak bisa-bisa? Akhirnya saya mencoba mengotak-ngatiknya. Setelah beberapa menit mengotak-ngatik saya menemukan penyebabnya. Gmail saya ternyata sudah di upgrade sehingga tidak bisa connect untuk masuk ke room chat dengan yang lainnya. Akhirnya saya menurunkan versi gmail saya ke versi yang lama. Setelah itu saya bisa masuk room chat. Lalu kami pun melakukan diskusi online.

Solusi yang saya dapatkan dari pengalaman ini adalah jangan mudah menyerah. Teruslah berusaha menemukan apa yang membuat kita penasaran. Agar kita lebih maju!
Diskusi Online Perbaikan


Laili isrami bergabung dengan percakapan
Laili isrami
sianggg

Atika Mentari Nataya Nasution
ayuk kita mulai

Laili isrami
ketemu lagi kita membahas ulang tugas kiya
eeh salah __

Nurfazrina Rina
iyaa kita belajar dari kesalahan hehe

Zulfa Dzatarohmah
Kira-kira apa pendapat teman2 gestalt dgn kuliah online?

Atika Mentari Nataya Nasution
gestalt kan memandang sesuatu lebih pada keseluruhan, maka itu kita harus memandang kuliah online ini tidak hanya sebagai suatu tugas aja, gimana?

Laili isrami
iya. kuliah online harusnya dapat berkontribusi untuk pemahaman yang lebih menyeluruh akan suatu topik tertentu ykan

Zulfa Dzatarohmah
Soalnya kalau dilihat dari satu sisi saja.. Kita kurang mendapat makna dari manfaat kuliah online ini

Nurfazrina Rina
iyaa bener, jadi kuliah ini juga tidak hanya bermanfaat pada kelas psikologi belajar aja, melainkan bermanfaat pada aspek lainnya, seperti pemanfaatan teknologi yang positif

Laili isrami
iya terlepas dri baik buruknya. contohnya masalah jaringan ;)

Zulfa Dzatarohmah
Kita jadi lebih memahami teknologi yang ada.. Dan ini mempermudah jika jaringan tidak sulit

Atika Mentari Nataya Nasution
iya bnar, jadi kuliah online merupakan suatu proses belajar bagi kita juga, tidak hanya pada sisi akademis saja, tapi jadi belajar utk menahan emosi melihat jaringan internet ini

Laili isrami
haha. iya gak pake emosi juga bisa mbak

Nurfazrina Rina
dan akhirnya kita menemukan cara yang efektif untuk mengatasi jaringan ini

Laili isrami
trus dalam teori si gestalt kan ada dibilang ttg aspek pemecahan masalah dan wawasan
nah itu bisa jadi masukan buat kita bahwa belajar itu gak terlepas dari masalah. ibaratnya kuliah online ini

Atika Mentari Nataya Nasution
iya bener sekali mbak, jadi bisa teraplikasikan ya kan

Zulfa Dzatarohmah
Maier menyimpulkan bahwa pemahaman itu mungkin ,erupakan pengalaman parsial atau pengalaman "all or nothing".. Jadi intinya dgn kuliah online kita belajar dari keseluruhan.. seperti teori2nya dan pengalaamn kita dalam mengerjakannya seperti masalah jaringan dan kemampuan menggunakan teknologi

Nurfazrina Rina
setuju, ternayat prinsip gestalt sangat dekat ya dengan kehidupan sehari-hari

Laili isrami
iya yah.

Atika Mentari Nataya Nasution
setujuu, gimana kalo kiita bahsas behavioristik?

Laili isrami
ternayat

Atika Mentari Nataya Nasution
hehee ternyataa

Laili isrami
stimulus apa yg buat kita mau ngelakuin kuliah online ini ?

Zulfa Dzatarohmah
Dengan kuliah online ini kita bisa lebih melek teknologi dan mendapat testimoni ddari dosen

Atika Mentari Nataya Nasution
benar sekali, oo jadi kuliah online dijadikan stimulus, responnya kita melakukannmya, konsekuensi kita bisa melek teknologi, juga sbg proses belajar, gitu?

Laili isrami
bukannya stimulusnya disuruh dosen we ?

Nurfazrina Rina
iyaaa feedback dari dosen juga sebagai konsekuensi nyaa

Atika Mentari Nataya Nasution
iya mbak, mbak ami bener , stimulusnya disuruh dosen kuliah online, selanjutnya yg kyk bilang itu,heheh, gmana?

Zulfa Dzatarohmah
Stimulusnya kan tugas dari dosen.. Berarti responnya kita kuliah online ini.. Konsekuensinya benar mendapat nilai.. Dan yang kurang tepat mengulang seperti kita

Laili isrami
iyaaa mbak. ami setuju ;)
trus apa lagi mbaak ?

Atika Mentari Nataya Nasution
jadi kalo kita diskusikan ini menurut teori Skinner kan? soalnya ada stimulus respon dan konsekuensi

Laili isrami
iyaaa operant kan yah

Nurfazrina Rina
iyaaa
kira-kira perubahan perilaku dari konsekuensi yang di dapat apa ya mbak?

Zulfa Dzatarohmah
Peruubahan perilakunya bisa ga kita jadi lebih aktif?

Atika Mentari Nataya Nasution
\
benerrrr, setujuuu

Laili isrami
iya lebih rajin baca buku. aktif dikelas
okeee teman-teman..bye

Nurfazrina Rina
setujuu, mudah mudahan yaa

Zulfa Dzatarohmah
Bye
semoga bermanfaat

Atika Mentari Nataya Nasution
selamat siang dan selmat makaannn

Nurfazrina Rina
siiippp

Zulfa Dzatarohmah
<3

Tuesday, September 24, 2013

BAB III



A. Otak Manusia

Otak manusia adalah sistem alamiah yang paling kompleks yang pernah dikenal di alam ini, kompleksnya menyamai dan mungkin melebihi kompleksitas struktur ekonomi dan sosial yang paling rumit sekalipun. Otak adalah bidang ilmu yang baru. (Goldberg, 2011)

B. Organisasi dan Perkembangan

    1. Tinjauan Struktur Mikroskopis

        Pembentukan otak
        a. Kelahiran dan Migrasi Neuron
        b. Jaringan Neural
        c. Peran Neurotransmitter
        d. Faktor yang Berpotensi Merusak

        Otak Pasca Kelahiran
        a. Konsep Pertumbuhan
        b. Penyebab Plastisitas Struktural

       Organisasi Makroskopis

       Struktur Subcortical

       Cortex
       a. Hippocampus
       b. Neocortex
       c. Cuping Neocortical Utama

  2. Isu-Isu Kognitif dan Pendidikan
  • Menghubungkan struktur dan fungsi otak.
  • Pusat otak dan bidang spesialisasinya.
  • Konsep sistem otak.
  • Neurosains kognitif dan belajar.
  • Aplikasi keliru beberapa riset otak.
  • Metode riset terkini (functional magentic resonance imaging, keterbatasan metode neuroimaging, potensi riset otak)
  • Penemuan neuron cermin.

Psikologi Belajar - Diskusi Behavioristik dan Gestalt

Kelompok :
 
 Berikut ini adalah rekaman diskusi kelompok kami :
Tuesday, September 24, 2013:
111301108zulfa@gmail.com joined the conversation - 9:02 AM

111301020li@gmail.com joined the conversation - 9:02 AM

11036nurfazrina - 9:03 AM
udah masuk kan semuanya?

111301108zulfa - 9:03 AM
Udah Rin

111301020li - 9:04 AM
haiii pagiii
akhirnyaaa
x-(

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:05 AM
yauda kita mulai aja la ya

111301020li - 9:05 AM
mulai dari behavior

111301108zulfa - 9:05 AM
OK

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:06 AM
kalo behavior kan tokohnya Pavlpv danSkinner

111301020li - 9:06 AM
watson juga

11036nurfazrina - 9:07 AM
iyaaa, tentang stimulus respon gituu kan yaa

111301020li - 9:07 AM
malah watson yg memberi dasar behaviorstik

111301108zulfa - 9:07 AM
Iya
Skinner yang tentang box2 itu kan

11036nurfazrina - 9:08 AM
iya zulfaa
kita bahas aplikasinya aja yuuk

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:08 AM
taya punya kasus yang bisa dibahas pake teori behavior ni

11036nurfazrina - 9:09 AM
boleh bole share kitaaa

111301108zulfa - 9:09 AM
Skinner mulai dengan analisis model empiris Pavlov terhadap perubahan perilaku.

11036nurfazrina - 9:10 AM
iyaa itu jadi fokusnyaa yakan, perubahan perilaku krna ada respon yang diberikan
eh stimulus deng, salah hehe

111301020li - 9:11 AM
kasus taya mana

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:11 AM
kadi kan, taya punya adek sepupu, dia umurnya masih 5 tahun, skrg dia uda masuk TK kan. Tapi namanya anak-anak, ada rasa malas juga ke sekolah. Jadi kalau dia gk sekpla dia dihukum gak boleh main2, tp kalau doa sekolah dia boleh main2. gmana mernurut kalian?

111301108zulfa - 9:12 AM
doa?

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:12 AM
*dia maksudnya

111301020li - 9:12 AM
gak boleh main dirumah?

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:12 AM
main ke luar mbak

11036nurfazrina - 9:12 AM
ini kasus operan kan ya?
ada punishment dan reward kan?

111301020li - 9:13 AM
iyaaa

111301108zulfa - 9:13 AM
Itulah bentuk reward dan punishment nya

111301020li - 9:13 AM
nah punish nya itu gak boleh main

11036nurfazrina - 9:13 AM
terus ngaruh sama anak itu sampai skrg tay?

111301108zulfa - 9:14 AM
Trus dengan adanya reward dan punishment itu sepupu Thaya perilakunya jadi gimana?

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:14 AM
Alhamdulillah, ada lah perubahannya. ya sekarang dia uda rajin ke sekolah walau banhun pagi agak telat

111301020li - 9:14 AM
proses belajarnya salah gak sih
dia mau ke sekolah karena tau bakal di kasih main keluar
seharusnya perilaku dia bisa diconditioning kan ulang

11036nurfazrina - 9:16 AM
di conditioningkan dengan apa mbak?

111301108zulfa - 9:16 AM
Hmmm...
Nanti dia jadi bergantung pada reward tersebut

111301020li - 9:16 AM
dengan stimulus baru mbak

11036nurfazrina - 9:17 AM
ooo yang lebih bermanfaat ya mbak?

111301020li - 9:17 AM
ingat chain of respon stimulus pas kepri gak?
nah, respon bisa jadi stimulus baru bagi idv
iyaaa mbak

11036nurfazrina - 9:17 AM
ooo yang berantai gitu kan ya ?

111301020li - 9:18 AM
iyaa mbak, jadi stimulusnya mau ke sekolah
nah guru merespon dengan memberi pelajran dengan cara yang menyenangkan

111301108zulfa - 9:18 AM
Trus Chain of Respon nya?
Oh iya yah..

111301020li - 9:18 AM
ke sekolah- dapat pelajar asyik- senang- teman bari
teman baru

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:19 AM
menurut taya kebalikannya mbak

111301020li - 9:19 AM
wee. maaf salah ketik _
iyaa bisa mbak
tapi respon yang dihasilkan terakir dari stimulus main diluar mau ke sekolah mbak
atau ami salah interpretasi ??

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:20 AM
jadi stimulus : pelajaran yg menyenangkan, respon : mau sekolah,

111301108zulfa - 9:21 AM
trus reward nya ga ada lg?
Penguatnya apa?

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:24 AM
kalo teori conditioningkan, hanya ada asosiasi stimulus tanpa menggunakan reward/punish. tapi kalao teori operant, dalam prpses belajar diperlukan reward/punish

111301108zulfa - 9:25 AM
Jadi tadi dari operant diubah jadi conditioning

11036nurfazrina - 9:25 AM
iyaaa jd menurut rina, walaupun mengunakan prinsip conditioning ataupun operan yang terpenting itu adanya perubahan perilaku kann

111301020li - 9:26 AM
iyaa. sebenernya bisa dibahas pake classical atau operant

111301108zulfa - 9:26 AM
Iya.. Tapi biasanya yang menggunakan teknik ini ga berlaku lama perubahan perilakunya

111301020li - 9:26 AM
nah, kalo gestalt ?

11036nurfazrina - 9:26 AM
di buku Margaret Gatler juga bilang gituu
DARI YANG RINA BACA
maaf ke caps lock wee hahaa

111301108zulfa - 9:27 AM
Gestalt fokus pada pengalaman persepsi

111301020li - 9:27 AM
iya bisa dibuat lama asal reinforcenya berulang kan ada fix ratio dkk
hahhaa. sengaja kan mbak

11036nurfazrina - 9:27 AM
iyaaa lebih ke persepsi kita bagaimana kita memecahkan masalah

111301108zulfa - 9:27 AM
Oh yang ada 4 pengelompokannya itu kan

111301020li - 9:28 AM
untuk anak-anak menurut kalian efektif ?

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:28 AM
ini kita bahs gestalt atau balik ke behavior mbak?

111301020li - 9:28 AM
behavior udah fix kan ?
intinya. anak tadi harus diberi stimulus baru yang lebih berguna
jadi dia bisa ke sekolah tanpa embel-embel bisa main
ini bisa dibentuk kan dengan permberian reinforcement berkala

111301108zulfa - 9:30 AM
Jadi intinya behavior itu baik digunakan untuk mengubah perilaku-perilaku yang umum..

11036nurfazrina - 9:30 AM
udah mbak, kesimpulannya adalah mau pakai prinsip apa aj, yang terpenting adalah perubahan perubaha perilakunya karena diberikan stimulus pada individu mbak
menurut yang rina baca di buku gituu mbak hehee

111301020li - 9:30 AM
benaaar... :D

111301108zulfa - 9:31 AM
OK deh lanjut Gestalt nih?

111301020li - 9:31 AM
jadi balik ke yg tadi.menrut kalian prinsip si gestalt bisa diterapkan sama anak-anak ?
terutama sepupu taya yg masih 5 tahun itu ?

111301108zulfa - 9:32 AM
Berarti kita harus liat perilaku molarnya dulu bukan yang molekular

11036nurfazrina - 9:33 AM
iyaaa zulfaaa, bener

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:33 AM
ada contoh kasus utk gestalt?

11036nurfazrina - 9:33 AM
maksudnya kan individu merespom keseluruhan ketimpan sebagian gitu kan

111301108zulfa - 9:34 AM
Iyah..

11036nurfazrina - 9:34 AM
contohnya seperti dalam mengenal huruf yang dibuat garisnya putus2

111301020li - 9:34 AM
nah keseluruhan itu gimana ya mbak mbak ? amimasih belum paham. apa hanya sekedar kayak neglihat titik-titik

11036nurfazrina - 9:34 AM
kan butun persepsi kita dalam menebaknya itu huruf apa

111301108zulfa - 9:34 AM
Iya berarti baik donk buat anak2?

111301020li - 9:34 AM
jadi satu gitu ?

11036nurfazrina - 9:35 AM
iyaaa, contohnya sperti titik-titik yang disusun membentuk huruf mbak
kita ga akan bisa tau itu huruf apa kalau titik2nya cuma kita lihat sebagian aja mbak

111301020li - 9:36 AM
iyaa mbak, maksud ami aplikasi kehidupan nyata mbak ?

111301108zulfa - 9:36 AM
Yang mudahnya kaya gambar smile.. Kalo smile gt kan kita tau itu gambar senyum.. Tapi kalo terpisah-pisah gt kn maknanya jadi beda.. Ada lingkaran, 2 titik, dan 1 setengah lingkaran..
maknanya jd beda2 gt kan

111301020li - 9:36 AM
kalo kayak dibuku kan katanya da aspek wawasan, pemecahan masalah

111301108zulfa - 9:36 AM
intinya keseluruhan itu lebih baik

111301020li - 9:37 AM
ibarat suatu perilaku. mama kita marah-marah satu harian sama kita

11036nurfazrina - 9:37 AM
iyaa keseluruhan lebih baik itu intinya di teori gestalt hehee

111301020li - 9:37 AM
trus kita bingung marahnya kenapa
ternyata sebelum marah-marah mama kita udah kecapekan pulang belanja trus harus bersihin rumah dll
disitu kita melihat perilaku menjadi satu bagian
gitu ? jadi kita bisa memahami marah itu sebagai apa>
gitu gak sih mbak ?

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:39 AM
iya mbak, tapi kita jgn perilau marah-marahnya saja, melainkan kita harus memahami secara keseluruhan

111301108zulfa - 9:39 AM
Bener itu

11036nurfazrina - 9:39 AM
bener bener, jadi udah dapet dong kita intinyaa

111301108zulfa - 9:39 AM
soalnya kalo diliat 1 sisi aja kurang maknanya

111301020li - 9:40 AM
okeee. dapet

11036nurfazrina - 9:41 AM
jadi kan sebenarnya psikologi getalt itu penentang teori behaviorisme kan, krna behaviorisme mengatakan bahwa individu berperan pasif dalam proses belajar, sedangkan gestalt mengatakan bahwa individu berperan aktif dalam membangun persepsi untuk memecahkan masalah.

111301108zulfa - 9:41 AM
Selanjutnya kita mau bahas siapa lagi?

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:41 AM
setujuu sama rinaa :)

111301108zulfa - 9:42 AM
Saya juga setuju

111301020li - 9:42 AM
beeeneer mbaak

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:43 AM
oke deh makasih ya mbak atas pendapatnya :))

111301020li - 9:43 AM
apakah telah selesai ?

111301108zulfa - 9:43 AM
Iya udah nih sepertinya

111301020li - 9:44 AM
terima kasih juga kepada kaliaan :D

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:44 AM
okee :)

11036nurfazrina - 9:44 AM
aiyaa terimakasih jugaaa :)

111301108zulfa - 9:44 AM
Semoga apa yang kita bahas disisni dapat diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari

11036nurfazrina - 9:44 AM
iyaaa aminn

111301020li - 9:45 AM
<3

Atika Mentari Nataya Nasution - 9:45 AM
pasti, utk perubahan perilaku yg lebih baik :)

11036nurfazrina - 9:45 AM
bukan hanya untuk mengerjakan tugas aja, tp kita aplokasikan hehe
aplikasikan maksudnya

Monday, September 23, 2013

Dampak Negatif dari Kecanggihan Teknologi 




Dampak dari teknologi yang sekarang di kembangkan oleh manusia itu sangat berbahaya dan bisa menganggu manusia itu sendiri juga yang akan merusak manusia dan tempat tinggalnya .

Dalam perkembangan yang di kembang dengan berbagai macam teknologi yang sangat tidak bisa dihitung bagaimana semuanya itu bisa berdampak ke pada manusia nanti kedepannya ,yang seharusnya tidak dengan harus dengan membuat teknologi yang bisa merusak kehidupan manusia itu apa lagi misalkan dalam gadget yangsudah makin merajalela dimana" seperti mulai dari handphone sampe dengan komputer/laptop/notebook yang sangat canggih dengan sebuah kegunaan yang luar biasa bisa digunakan dengan kemampuan alat tersebut dengan berbagai macam fasilitas yang disediakan dan kecepatan dalam menjalankan program yang di minta dalam membuat sebuah program yang tidak semestinya menggunakan peralatan yang berlebihan .



Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas. Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar sajalah yang sudah dengan mudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak merata. Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet. Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang mempunyai akses internet, sehingga pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang. 


Informasi melalui media internet, bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai standar yang sama dengan negara lain. Dengan menggunakan media internet, pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang mulai diterapkan yaitu pembelajaran distance learning. Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Metode distance learning sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami. Dalam pengaksesan dan pemanfaatan metode ini, peran internet sangatlah diperlukan, karena melalui internet seseorang dapat mengirim file atau meng-upload file yang ingin dipublikasikan dan melalui internet juga seseorang dapat mengakses file yang ingin dicari. Selain metode distance learning, masih banyak metode-metode lain yang sangat membantu dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, diantaranya dengan adanya modul-modul pembelajaran gratis yang tersedia, portal pembelajaran online, dll.

Monday, September 16, 2013



BAB I
A.      Pengertian Belajar

Belajar (learning) adalah proses multisegi yang biasanya dianggap sesuatu yang biasa saja oleh individu samapai mereka mengalami kesulitan saat menhadapi tugas yang kompleks. Akan tetapi kapasitas belajar adalah karakteristik yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Hanya manusia yang memiliki otak yang berkembang baik untuk digunakan melakukan tindakan yang memiliki tujuan. Di antara kemampuan itu adalah mengidentifikasi objek, merancang tujuan,  menyusun rencana, mengorganisasikan sumber daya, dan memonitor konsekuensi.

B.      Kebijakan Tradisional

Pepatah, peribahasa, dan ungkapan populer yang berasal dari pengalaman hidup adalah kebijaksanaan tradisional. Contohnya adalah “tidak ada gading yang tidak retak.”

C.      Fungsi Teori Belajar
Umum:
·         Sebagai kerangka riset.
·         Memberikan kerangka organisasi untuk item-item informasi.
·         Mengidentifikasi sifat dari peristiwa yang kompleks.
·         Mereorganisasi pengalaman sebelumnya.
·         Bertindak sebagai penjelasan kerja dari peristiwa.
Khusus:
·         Sebagai pedoman perencanaan instruksi.
·         Mengevaluasi produk untuk diapaki di kelas dan praktik belajar yang berlangsung.
·         Mendiagnosa problem dalam instruksi di kelas.
·         Mengevaluasi riset berdasarkan teori.

                                  BAB II

Behaviorisme lahir diperjuangkan oleh pendirinya, B. Watson. Watson juga menulis buku yang berjudul “Psychology as the Behaviorist Views It.” Behaviorisme menjadi aliran dominan dari tahun 1920-1950, namun ia tidak sepenuhnya bebas dari penantang. Pendapat yang menantangnya , yakni psikologi Gestal, menekankan pada pentingnya persepsi pemelajar dalam situasi pemecahan masalah dan karenanya ia membahas persoalan kognisi.
Dua pendekatan awal untuk mempelajari perilaku adalah pengkondisian klasik dan koneksionisme. Kebenaran adalah “hal-hal yang bisa dilakukan.” John Watson mendukung studi perilaku. Alasannya adalah semua organisme menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui respons, dan respons-respons tertentu biasanya disebabkan oleh peristiwa (stimuli) tertentu. Dengan mempelajari perilaku, psikolog akan mampu untuk memprediksi respons yang akan menjadi ilmu eksperimental objektif.
A.      Asumsi Dasar
Tiga asumsi dasar tentang belajar:
1.       Fokus pada perilaku yang diamati bukan kejadian mental.
2.       Perilaku harus dipelajari melalui elemennya yang paling sederhana.
3.       Proses belajar adalah perubahan behavioral.

B.      Ivan Pavlov
Eksperimennya yang terkenal adalah tentang refleks. Yang mengontrol perilaku sederhana saat meneliti refleks keluarnya air liur anjing.
Pengkondisian klasik Pavlov:
Sebelum classical conditioning
·         Neutral Stimulus              =  Tidak ada respons
·         UCS                               =  UCR
Proses classical conditioning
·         Neutral stimulus + UCS   = UCR
Setelah classical conditioning
·         CS                                  = CR
Ket:
UCS        = Unconditional Stimulus
UCR        = Unconditional Respons
CS           = Conditional Stimulus
CR           = Conditional Respons
Hal lain yang dapat diukur adalah resistensi terhadap pelenyapan (extincion) dan hambatan (inhibition).

C.      John Watson
Watson sepakat dengan Sigmund Freud, bahwa kehidupan emosi dewasa dimulai sejak masa bayi dan emosi itu dapat ditransfer dari suatu objek/ kejadian ke objek atau kejadian lainnya. Menurutnya, pengkondisian melibatkan 3 reaksi dasar (cinta, marah, takut). Watson melakukan eksperimen dengan mengondisikan ketakutan Albert (anaknya) terhadap beberapa objek yang berbulu halus.

D.      Edward Thorndike
Meskipun koneksionisme Edward Thorndike biasanya dirujuk sebagai teori behavioris, ia berbeda denan pengkondisian klasik dalam dua hal. Pertama, Thorndike tertarik dengan proses mental, dan dia pertama-tama mendesain eksperimennya untuk meneliti proses pemikiran binatnag. Kedua, alih-alih meriset reaksi refleks atau tidak sukarela, Thorndike meneliti perilaku mandiri atau sukarela. Prosedur eksperimentalnya yang khas adalah membuat hewan harus keluar dari kurungna (atau membuka kotak tertutup) untuk mendapatkan makanan. Thorndike menggunakan kotak puzzle yang mengharuskan penekanan tuas atau mekanisme lain agar bisa keluar dari kotak.
Thorndike awalnya mengidentifikasi tiga hukum belajar:
1.       Hukum Efek (law of effects)
Menyatakan bahwa suatu keadaan yang memuaskan setelah respons akan memperkuat koneksi antara stimulus dan perilaku yang tepat, dan keadaan yang menjengkelkan akan melemahkan koneksi tersebut.
2.       Hukum Latihan (law of exercise)
Menyatakan bahwa perulangan atau repetisi dari pengalaman akan meningkatkan peluang respons yang benar.
3.       Hukum Kesiapan (law of readiness)
Mendeskripsikan kondisi yang mengatur keadaan yang disebut sebagai “memuaskan” atau “menjengkelkan”.

E.       Gestalt
 Fokus awal Gestalt adalah pengalaman persepsi. Ada 4 asumsi dasar Gestalt:
1.       Yang dipelajari adalah perilaku molar bukan molecular.
2.       Organisme merespons “keseluruhan sensoris yang tersegregasi”.
3.       Lingkungan geografis sebagaimana adanya, lingkungan behavioral cara suatu muncul
4.       Organisasi sensoris.
Hukum Gestalt dasar, yakni hukum Pragnanz, dan hukum terkait. Istilah Pragnanz berarti esensi, dan hukum ini menunjukkan pengorganisasian psikologis terhadap sekelmpok stimuli. Hukum terkait, hukum organisasi perseptual mendeskripsikan 4 karakteristik utama dari bidang visual yang memengaruhi persepsi yaitu, kedekatan dari setiap elemen (proximity), ciri yang sama, seperti warna (similarity), tendensi elemen untuk melengkapi pola (open direction), dan kontribusi elemen stimulus terhadap struktur sederhana keseluruhan (simplicity).

F.       Perbandingan antara Behaviorisme dan Tori Gestalt
Aplikasi ke Pendidikan
Behaviorisme mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku dan mengidetifikasi stimuli dan respons spesifik sebagai fokus riset. Sebaliknya, psikologi Gestalt berpendapat bahwa seseorang merespons stimuli yang terorganisasi dan persepsi perorangan adalah faktor penting untuk memecahkan masalah.
Selain kontribusi untuk psikologi (deskripsi neuroses dan faktor dalam kecanduan obat), pengkondisian klasik juga membahas aspek-aspek dari situasi sehari-hari.
Isu yang diangkat psikologi Gestalt untuk masalah pendidikan adalah soal makna, pemahaman, dan wawasan yang merupakan karakteristik manusia.