Monday, September 16, 2013



HASIL DISKUSI KELOMPOK B.F. SKINNER
1. Mengapa kelompok memilih teori Skinner?
 Ada beberapa alasan yang membuat kelompok memilih teori ini, yaitu :

a.Teori ini bersifat aplikatif dan sangat sering digunakan dan ditemui di kehidupan sehari-hari.

b.Teori ini mudah dipahami.

c.Teori ini menjelaskan mengenai reinforcement serta punishment, dan pada kenyataannya kebanyakan orang menyukai reinforcement dan menghindari punisment.

d.Di kehidupan sehari-hari, saat kita mengetahui adanya konsekuensi, maka kita akan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.   
e.Ketika kita dihargai, perilaku kita akan semakin diperkuat. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Skinner.

f.Teori ini merupakan teori yang sangat sering dipelajari dari awal perkuliahan (semester 1 hingga semester akhir).



Nb : setelah mendiskusikan jawaban mengenai alasan, kelompok sepakat bahwa semua alasan yang diungkapkan merupakan hal yang disetujui oleh seluruh anggota kelompok.



2. Apa yang menjadi poin utama teori Skinner? Kaitkan pula dengan alasan kelompok memilih teori ini!

 Ada 3 poin utama dari teori Skinner, yaitu :

a.       Adanya kesempatan dimana perilaku terjadi (timing)

b.      Perilaku (behavior)

c.       Konsekuensi dari perilaku (consequence)


      Alasan kelompok memilih teori Skinner sejalan dengan poin utama dari teori tersebut. Kelompok berpendapat bahwa kecenderungan manusia berperilaku dikarenakan adanya konsekuensi atas perilakunya tersebut. Konsekuensi tersebut juga harus diberikan secara konsisten sehingga perilaku yang diinginkan akan menetap. Jika perilaku yang dilakukan dianggap baik, maka akan menghasilkan reinforcement positif sehingga perilaku tersebut dipertahankan. Begitu juga dengan perilaku yang dianggap tidak baik, maka akan menghasilkan punishment sehigga perilaku tersebut hilang.



3. Hubungan antara teori Skinner dengan 3 keyakinan umum filsafat konstruktivis-sosial!


      Di dalam teori Skinner, terdapat juga keyakinan umum filsafat konstruktivis-sosial. Dimana pengetahuan yag diartikan sebagai produk dari setting belajar, produk dari penelitian ataupun aktivitas tertentu terlihat dari perilaku yang dihasilkan. Dalam teori Skinner, perilaku merupakan produk dari proses belajar.



  Belajar itu sendiri merupakan proses untuk mendapatkan pengetahuan. Pada teori Skinner, proses pengkondisian merupakan proses belajar pada individu. Pengkondisian tidak terjadi begitu saja. Pengkondisian tersebut dilakukan secara berulang-ulang sehingga menghasilkan perilaku yang menetap (habit) yang dapat diartikan sebagai produk dari proses belajar.



   Lokus belajar tidak terbatas hanya pada pikiran individu, namun terjadi di komunitas partisipan dan didistribusikan diantara sesama partisipan. Begitu juga pada teori Skinner, dimana kita mendapatkan reward atau punishment melalui proses interaksi dengan orang lain. Dan ada distribusi dari individu luar (orang lain atau lingkungan) terhadap individu yang sedang melakukan proses belajar.

Sunday, September 8, 2013

Karakteristik Gaya Belajar Anak



         Di usia balita, gaya belajar anak akan berkembang dan ketiganya digunakan bersama-sama. Di usia sekolah, salah satu gaya belajar anak akan lebih menonjol atau dominan. Anda tak perlu menunggu hingga anak masuk usia sekolah untuk mengenali gaya belajarnya. Ada beberapa karakteristik modalitas belajar yang dapat Anda jadikan panduan.

Visual:

  • Suka sekali buku atau bacaan.
  • Mengingat dengan cara melihat di kertas.
  • Teratur.
  • Lebih senang melihat daripada bicara atau berbuat.
  • Mengenali hal-hal secara detail.
  • Lebih mudah mengenal wajah orang daripada namanya.
  • Mudah terganggu suara.
  • Suka mencoret-coret kertas.
Auditif:
  • Suka ngobrol.
  • Ngomong sendiri keras-keras.
  • Senang menjelaskan sesuatu pada orang lain.
  • Mudah mengingat nama.
  • Mengenali variasi nada suara orang.
  • Memahami konsep dengan cara berbicara.
  • Mengingat dengan cara mengucapkannya berulang-ulang.
  • Menikmati musik.
  • Sering bersenandung atau menyanyi.
  • Menikmati pertunjukan seni.
  • Mengulangi kata-kata saat Anda membacakan cerita atau mendongeng.
  • Senang berada di antara banyak orang.
Kinestetik:
  • Banyak bergerak.
  • Suka menyentuh orang yang diajaknya bicara.
  • Suka mengetuk-ngetuk atau kakinya seolah sedang mengikuti irama.
  • Tidak suka membaca.
  • Sulit mengeja.
  • Senang mencoba hal-hal baru.
  • Tampak seperti hiperaktif.
  • Mengekspresikan perasaan dengan gerakan, misalnya memeluk, menendang dan memukul.
  • Saat bicara tubuhnya banyak bergerak.
  • Senang menyentuh apa saja.
  • Tak suka duduk lama-lama.
  • Suka berolah raga dan senang menjadi pemain dalam sebuah pentas.

Sumber:
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/balita/psikologi/karakteristik.gaya.belajar.anak/001/007/1093/1/1